
Asa yang terkubur
2September, 2008Sebut saja dia ARIP” Seorang Anak usia-Belasan,yang duduk-termenung memangku beban Asa”dalam lamunannya? Dia selalu menggerutu di dalam Hatinya,dia mencoba mencuri perhatian di dalam Sunyi, dalam Kemarahanya Berharap agar keinginannya tercapai….Maka dia mengambil keputusan?”
Akhirnya..dia memutuskan untuk melarikan diri dari rumah,sebab Sangat banyak permasalahan yang di alaminya di dalam rumah yang sederhana,tetapi masalah yang di rasakan,bukanlah sederhana.maka itu,dia memutuskan untuk Kabur dari rumah dengan berbekal saeadanya,bahkan Alamat yang di berikan oleh kawan-kawan semasa di kampung yang sering ke jakarta,Sebelum dan sesudah perginya dia dari rumah alamat yang di sampaikan padanya, menjadi tujuan setiba ia di Kota-Djakarta
Setiba ia di jakarta menapakan kaki untuk pertama kalinya.dan mencari alamat yang di tuju.dan setelah dia bertanya-tanya pada orang lain,di beri-tunjuk untuk menaiki Bis-Kota yang berada di sebrang jalan,setelah itu dia menaiki Bis Kota tersebut,setelah sampai pada tujuannya,dan dia melihat kawan-kawan sekampungnya. dia semakin yakin dari kejauhan kerena mereka yang sedang duduk kelihatannya adalah kawan-kawan sekampungnya,dengan kerinduan hati,dia langsung berpelukan,memperkenalkan diri pada kawan-kawan yang baru di kenalnya,Arip adalah sesosok anak yang periang.dia anak yang sangat mudah beradaptasi sehingga dia cepat mendapatkan kawan-kawan yang baru di kenalnya.
Inilah sepenggal cerita Anak.yang melakukan URBANISASI ke kota,selama dia 3-Tahun di jakarta,untuk bertahan hidup Arip berprofesi sebagai pengamen Bis-kota,dengan berpenghasilan yang serba pas-pasan,tetapi dia tidak patah semangat kerena dia mendapatkan semuanya,Hal-hal yang baru semuanya belum di rasakan selama ia di kampung.
setelah itu dia beranjak ke wilayah depok,kerena dia sangat banyak kawan-kawan yang di kenalnya lalu dia menaiki KRL,di dalam perjalanan,dia melihat seorang bapak sedang memainkan trompet dan seorang nenek duduk dengan berpangku kelelahannya,dalam perjalanannya di atas atap gerbong beberapa bocah memainkan pantrogap yang bertegangan 15.000 VOL setelah atraksi yang ditujukan sampailah arip di stasiun dan dia bersinggah sejenak di seketariat SALUD depok dan berjalan menuju halte bersama teman-teman nya,dia memulai menaiki bis dan memainkan gitar dan membawakan beberapa lagu-lagunya,
setelah itu dia terlibat di organisasi SALUD organisasi yang baru di kenal dari kawan-kawannya,dan dia sangat banyak belajar di kegiatan segala komunitas Jalanan.
Masih banyak diantara Arip-arip yang lainnya…kerena sangat jauh berbeda dengan nasibnya,Anak-anak yang bertahan di jalanan selalu merasa dimana jalanan menjadi sepenggal ruang istana yang di impi-impikan,kerena itu mereka selalu membangun Benteng-benteng pertahanan di masing masing kelompok.tetapi?” di sini kita bisa melihat dengan dunia anak mereka bisa saling sosialisasi dan melebur secara sosial,hanya saja sempitnya ruang mereka untuk bergerak sebab kesempatan yang di rasakan sangat mengikat di mana mereka tidak ada kebebasan yang dirasakan dalam kehidupan bermasyarakat sesuai Hak kewarganegaraan,


aRtikeL tentang SALUD nyakurang BanyagH…
di Tambah Lg iagh…
gw piKir anak-anak jalanan itu kejam2
ternyata setelah w kenal mereka..
mereka ga seperti yg gw bayangin..